Jadikan tahun baru Islam momentum lakukan pembaruan


Ketua Pimpinan Pusat Muhamadiyah Busyro Muqoddas menyampaikan, kehadiannya di tabligh akbar, selain silaturahmi juga ingin menyapa umat lewat pengajian.
“Setelah itu, muhamadiyah karakternya kan dari , pengajian, dari kajian diujudkan dengan amal kongkrit bukan hanya kepentingan umat Muhamadiyah saja, tetapi juga untuk kepentingan membangun negara ini supaya semakin beradab, adil dan juur kepada rakyatnya. Nah itu intinya”, ungkapnya.
Menyingggung tahun baru 1445 Hijriyah, Mokodas mengatakan, tahun barukan momentum tahunan. Diluar momentum tahunan, setiap waktu sesungguhnya dalam suatu kesadaran untuk melakuakan perbaikan. Jangan sampai umat merugi . Jadi ada tahun baru atau tidak Muhamadiya itu terus melakukan pembaruan, dan kita anti kemapanan.
“Jadi kita memanfaatkan momntum ini, untuk mempertegas saja , bahwa sejak berdirinya Muhamadiyah sampai yang akan datang, berwatak dan berkarakter melakukan pemebaruan-pembaruan”, tegasnya.
Ia berpesan kepada kader Muhammadiyah jagalah kepribadian dan jangan menggantungkan pada negara.
“Justru kita memberi sumbangan pada negara. Faktor politik jangan jadi gangguan bagi Muhammadiyah,” jelasnya.
Ditanya mengenai figur capres atau pemimpin masa depan, Busyro mengatakan tidak ingin terburu-buru.
“Artinya figur capres tidak akan terburu-buru menentukan figurnya.Kita tidak serta merta dengan melihat salah satu calon tertentu,” jelasnya.(*)