Fakultas Farmasi UMP dan PCIM/PCIA Malaysia Kolaborasi Edukasi Kesehatan untuk Anak Pekerja Migran

29 Mei 2024

Jumlah pekerja migran asal Indonesia di Malaysia yang terus meningkat setiap tahun membawa berbagai permasalahan yang merugikan, terutama di bidang kesehatan. Tanpa adanya perlindungan hukum dan akses ke pelayanan kesehatan, para pekerja migran serta keluarganya, termasuk anak-anak, kerap kali menghadapi kondisi kesehatan yang memprihatinkan.

Menyikapi situasi ini, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan Sanggar Bimbingan (SB) di bawah naungan PCIM/PCIA Malaysia, mengadakan program edukasi bertajuk “Anak Sehat dan Pintar Menggunakan Obat” pada Jumat, 10 Mei 2024 di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan skema kerjasama internasional yang didanai oleh hibah riset Muhammadiyah (RISETMU) Batch VII tahun 2024. Dipimpin oleh apt. Binar Asrining Dhiani, M.Sc., PhD, dan beranggotakan Dr. apt. Elza Sundhani, M.Sc., apt. Irsalina Nurul Putri, M.Farm, serta mahasiswa Fadhila Sofi.

Ketua pelaksana kegiatan ini yaitu apt. Binar Asrining Dhiani, M.Sc., PhD mengatakan, program ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan, keterampilan, dan pendampingan guna mencapai kemandirian kesehatan bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya anak-anak pekerja migran beserta guru dan orang tua mereka di SB.

“Melalui program ini, peserta didik di SB mendapatkan edukasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan obat yang baik dan benar, serta cara melakukan swamedikasi (pengobatan mandiri),” jelasnya.

Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kesehatan anak-anak pekerja migran, tetapi juga memperkuat hubungan kerjasama internasional dalam bidang pengabdian masyarakat antara dosen dan mahasiswa UMP.

“Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak pekerja migran di Malaysia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mereka,” tambah apt. Binar Asrining Dhiani.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian sejak dini bagi siswa dalam menerapkan pola hidup sehat dan mencegah penyalahgunaan obat.

Sementara itu anggota tim Dr. apt. Elza Sundhani, M.Sc., apt, menambahkan kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan dasar yang sering kali tidak mereka dapatkan di sekolah formal.

“Dengan memberikan edukasi tentang PHBS dan penggunaan obat yang tepat, kami berharap dapat membantu anak-anak ini untuk tumbuh sehat dan mandiri, serta mengurangi angka kesakitan di kalangan mereka,” jelasnya.

Anggota tim apt. Irsalina Nurul Putri, M.Farm juga menjelaskan bahwa penyuluhan tentang PHBS kepada siswa dan orang tua sebagai langkah preventif terhadap penyakit. Edukasi tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) obat dengan benar, serta pelatihan tentang penggunaan obat-obat bebas dan bebas terbatas untuk mengatasi penyakit ringan dan bahaya penyalahgunaan obat.

“Alhamdulillah para peserta terlihat antusias. Sedikitnya ada 55 orang, termasuk siswa, orang tua/wali, dan tenaga pengajar, mereka aktif berpartisipasi dalam setiap sesi materi dan diskusi, menunjukkan minat besar dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan mereka,” jelasnya.

Diharapkan program “Anak Sehat dan Pintar Menggunakan Obat” tersebut dapat menjadi model inisiatif serupa di berbagai komunitas pekerja migran lainnya, menunjukkan komitmen UMP dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri.(*/tgr)

Leave a Comment