Dosen Fakultas Hukum UMP Berikan Paparan di ASEAN Classroom Malaysia

23 September 2024

Dua dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr. Susilo Wardani, S.H., S.E., M.Hum., dan Noor Kholifah Hidayati, S.H., M.H., berpartisipasi sebagai pembicara dalam forum internasional ASEAN Classroom (ACL) yang diselenggarakan di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM). Partisipasi ini menjadi wujud nyata kolaborasi akademik antarnegara di kawasan Asia Tenggara, yang juga memperkuat posisi UMP di kancah internasional.

Dr. Susilo Wardani, dalam presentasinya yang berjudul “Business, Law, and Tourism in Indonesia,” membahas keterkaitan antara perkembangan industri pariwisata di Indonesia dan regulasi hukum yang mengatur sektor tersebut. Dengan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata utama di dunia, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menciptakan regulasi yang mendukung pertumbuhan pariwisata secara berkelanjutan.

Menurut Dr. Susilo, sektor pariwisata merupakan motor penggerak ekonomi yang vital bagi Indonesia. Namun, ia juga menekankan pentingnya hukum yang kuat dalam membentuk lingkungan bisnis yang kondusif dan kompetitif. “Peran hukum sangat krusial dalam menjamin kelangsungan bisnis pariwisata, terutama dalam menarik investor domestik maupun asing,” ujar Dr. Susilo di hadapan peserta ASEAN Classroom yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Selain itu, Dr. Susilo menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dengan regulasi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan UMKM di sektor pariwisata. “Isu-isu seperti perlindungan lingkungan, hak-hak pekerja, dan regulasi yang mendukung harus diprioritaskan agar pariwisata dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Noor Kholifah Hidayati menyampaikan presentasi dengan tema “Waqf Empowerment for Indonesian Halal Tourism.” Ia menjelaskan bagaimana wakaf, sebagai instrumen ekonomi syariah, memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata halal di Indonesia. Noor Kholifah menekankan bahwa pengelolaan wakaf yang tepat dapat menjadi sumber pendanaan berkelanjutan bagi pembangunan infrastruktur pariwisata halal.

“Wakaf bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti penginapan dan restoran, yang akan memperkuat daya saing pariwisata halal Indonesia di pasar global,” kata Noor Kholifah.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi terkait wakaf untuk mendukung percepatan pengembangan sektor ini.

Partisipasi kedua dosen UMP ini mendapat perhatian besar dari peserta ASEAN Classroom, menunjukkan kontribusi signifikan Fakultas Hukum UMP dalam diskusi akademik internasional, khususnya terkait isu-isu yang relevan dengan pembangunan ekonomi dan sosial di ASEAN. Dekan Fakultas Hukum UMP, Dr. Indriati Amarini, S.H., M.Hum., mengungkapkan rasa bangganya atas keikutsertaan dua dosennya dalam forum bergengsi ini.

“Kami berharap partisipasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi Fakultas Hukum UMP di tingkat internasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan hukum yang sesuai dengan kebutuhan global,” ujar Dr. Indriati.

ASEAN Classroom yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kolaborasi akademik di ASEAN. Fakultas Hukum UMP terus berkomitmen untuk menjadi institusi yang proaktif dalam menghadapi tantangan global, sekaligus berkontribusi pada pengembangan sektor-sektor strategis di tingkat nasional dan internasional.(ysf/tgr)

ARTIKEL LENGKAPNYA DAPAT DIAKSES DISINI

Leave a Comment