Kisah Tim Kesehatan UMP di Jambore Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah

28 Juni 2024

Jambore Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah yang diadakan di Baturaden pada tanggal 25-27 Juni 2024 ini, tak hanya meriah dengan berbagai kegiatan, tetapi juga didukung oleh tim kesehatan yang siap siaga memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta. Tim kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berperan penting dalam kesuksesan acara tersebut.

Penanggung jawab tim kesehatan sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran UMP dr. Titik K, M.Biomed., M.Pd., menjelaskan bahwa tim kesehatan terdiri dari 70 personil. Mereka berasal dari Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran, relawan Fikes UMP yang dikoordinatori oleh Ns Deisy Sri Hardini, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An., serta Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang didukung sepenuhnya oleh Direktur Rumah Sakit Islam dr Rena Susilo.

“Sebelum acara dimulai, tim kesehatan sudah melakukan sosialisasi kesehatan dan screening kesehatan mandiri kepada panitia untuk diteruskan kepada pendamping dan peserta,” ungkap dr Titik yang juga anggota Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan anggota Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas.

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk mencegah penyakit yang sering timbul akibat perbedaan cuaca seperti hipotermia, asma, dan ISPA, serta penyakit infeksi virus seperti Hepatitis, Covid-19, dan Varicella. Penyakit jantung, epilepsi, hernia, dan kondisi histeria akibat kelelahan fisik dan psikis juga diantisipasi dengan baik.

“Kami memberikan informasi kepada peserta mengenai penyakit-penyakit yang mungkin timbul dan cara mengatasinya. Kami juga mengingatkan peserta untuk membawa obat-obatan pribadi jika memiliki kondisi medis tertentu,” ungkap dr. Titik K.

Selain Tim Kesehatn, tim MDMC UMP yang dikoordinir oleh Ns.Endiyono, S.Kep., M.Kep., juga turut memberikan pelayanan kesehatan selama jambore. Mereka melakukan manajemen risiko di lapangan juga dilakukan dengan cermat.

“Tim kesehatan memberikan edukasi mengenai penanganan gigitan lintah atau pacet, gigitan ular, dan telinga kemasukan serangga. Informasi ini disosialisasikan kepada panitia untuk dilanjutkan kepada pendamping dan peserta jamboree,” ungkapnya.

Selama kegiatan jambore, tim kesehatan UMP bekerja tanpa henti. Mereka memastikan kesehatan seluruh peserta dengan mengawal setiap kegiatan lomba dan siap siaga jika terjadi masalah kesehatan. Tim medis dan relawan bertugas selama 24 jam dan melakukan patroli kesehatan di malam hari untuk memastikan kondisi kesehatan peserta tetap terjaga.

“Penerapan triase di lapangan sangat membantu kami dalam menangani dan merujuk pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Jika di posko kesehatan tidak bisa ditangani, pasien akan dibawa ke RSL yang dikoordinatori oleh dr. Rika Retnoningsih dan Ns. Isni Maftuhah, S.Kep. Jika RSL tidak mampu menangani, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Islam Purwokerto,” pungkasnya.(tgr)

Leave a Comment