Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses gelar Seminar Nasional yang bertajuk “Urgensi Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah” bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah pada, Senin (20/11/2023).
Kepala Perpustakaan UMP Riski Tri Wismanawati, S.Hum menyampaikan total peserta kegiatan ini sedikitnya 300 peserta yang hadir pada yakni dari Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan juga Tegal.
“Adapun yang menjadi latar belakang kegiatan ini adalah untuk menjawab keresahan kami terhadap kesadaran pentingnya membaca dan cara menumbuhkan minat belajar siswa. Kita semua dapat belajar dari narasumber yang luar biasa untuk mengembangkan minat membaca siswa melalui perpustakaan sekolah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas Agus Anggreito AP., M.Si menyampaikan apresiasi karena dapat membuat 100 titik taman bacaan sehingga dapat menjawab isu strategis perpusnas tahun ini yaitu transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan sosial dalam rangka mewujudkan ekosistem digital.
“Dengan melaksakanan sesuai isu strategis, perpustakaan bisa betul betul dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya masyarakat dibidang pendidikan tetapi dengan industri sosial masyarakat di kab banyumas mudah mudahan bisa mendapatkan manfaat langsung dari perpustakaan ini,” ungkap Agus Anggreito AP., M.Si dalam sambutannya.
Ketua Dikdasmen PNF Banyumas Asep Syaeful Anwar, M.M mengatakan ada 7 hal yang harus dilakukan Kepala Sekolah dalam mengembangkan perpustakaan digital. Menyangkut kebijakan yakni mengembangkan peran kepala sekolah, dukungan SDM, membangun budaya literasi.
“Mengintergrasi perpustakaan dengan kurikulum, mendorong inovasi teknologi perpustakaan digital, menanamkan kemampuan supervisi dan terakhir kepala sekolah dapat Menjadi teladan,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UMP Assoc. Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan nilai-nilai yang dapat diambil dari kegiatan tersebut sebagai corak dari kemuhammadiyahan sebagai trend center yakni menciptakan transformasi pengelolaan perpustakaan berbasis digital.
“Kegiatan ini selain memberikan dukungan literasi di lingkungan UMP juga akan bernilai ibadah, ilmiah dan amaliah. Pembagian titik baca digital dari perpustakaan UMP merupakan transformasi pengelolaan perpustakaan UMP berbasis digital sebagai corak Muhammadiyah yang selalu berkeinginan menjadi trend center bukan lagi follower,” pungkasnya (qbi/ppl/chy)